Minggu, 01 Juli 2012

Baju Seragam SMPN 22

Untuk Seragam SMPN 22 bisa dibeli secara online melalui
M-Banking BCA a/n    : Drs. Sunyana
No                                  : 0010 2878 21 
No HP                            : 0816 132 1034


Seragan Baju Muslim Laki-laki (Bahan Oxford) Rp 70 000,-



                                                              Seragam Baju Muslim Perempuan Rp 70 000,-



Seragam Baju Batik  Rp 70.000                                                                          


Topi  Rp 15.000,-






Sabuk dam Logo SMPN  22    Rp 15.000,-



                                                         












                                   


                                                Dasi Rp 15.000,-

















































































Kaos Olahraga   Rp 70.000,- (satu stel) Bahan TC 28


Laporan Piknik ke Bali 22 desember 2008


Rabu, 12 Januari 2011

Program Seksi Usaha Koperasi SMPN 22 Tahun 2011

PROGRAM KOPERASI SEKSI USAHA


Jangka Pendek

1. Menertibkan sistem penjualan seragam siswa

2. Meningkatkan keuntungan dari hasil penjualan seragam untuk kesejahteraan bersama.

3. Menegakkan kedaulatan Koperasi, bahwa Koerasi itu tidak di Monopoli oleh siapapun. Pengadaan dan penjualan seragam adalah hak pengurus Koperasi dalam hal ini adalah Seksi Usaha



Jangka Panjang



1. Piknik ke Bali (sudah terlaksana Desember 2008)

2. Membuat Minimarket bekerja sama dengan Alfamart

3. Membuat Home Gymnasium (Fitnes) untuk kebugaran dan kesehatan Guru-guru di ruang guru

4. Mengelola penyewaan Komputer kepada sekolah (selama ini kita menyewa kepada orang luar).



Program Tahun 2011

1. Piknik ke Jogya ( Dana uang seragam dan uang lks ) *

2. Piknik ke Gugusan P Seribu /P Pramuka ( Dana uang seragam), 2 hari 1 malam



Catatan :

1. *Terlaksana bila uang lks turun

2. Bila uang lks tidak turun kita hanya bisa piknik ke P Seribu dan sekitarnya 2hari 1 malam



Jakarta, 13 Januari 2011

Seksi Usaha Koperasi SMPN 22



Sunyana

Web Koperasi SMPN 22

www.sunyana.co.cc

Guru-guru SMPN 22 akan Piknik ke P. Pramuka (P Seribu)

Wisata Alternatif ke 1
Bapak/Ibu guru, untuk melepas ketegangan sehari-hari dalam bekerja dari jam 7 sd  jam 15, tidak ada salahnya kita mengadakan penyegaran untuk berwisata ke gugusan P Seribu tepatnya di P Pramuka, disana kita bisa menyelam, melihat penangkaran penyu, Budidaya ikan Bandeng, konservasi terumbu dan menjelajah P Semak dan P Air, dan masih banyak lagi , pokoknya menarik deh.........
Bapak/Ibu yth mohon ikut partisifasi dalam acara ini, tapi ingat "Datang tidak di jemput pulang tidak diantar"......  he..he...he



                                                                 Cottage

Rabu, 15 Desember 2010

Koperasi SMPN 22 Ingin Memiliki Minimarket



Saya bercita-cita ingin Koperasi SMPN 22 seperti SMKN 3 Bandung, mempunyai Minimarket


Keterangan :
Gambar di atas adalah salah satu contoh sebuah sekolah SMKN 3 Bandung yang berhasil mengembangkan sayapnya dalam mengelola koperasi yaitu dengan menggandeng Ritel Besar seperti Alfamart. Saya yang dipercaya untuk mengelola Koperasi SMPN 22 sebagai Seksi Usaha ingin sekali mengembangkan usaha dalam ritel itu. Ide ini terpendam sejak tahun 2005 (sejak jadi pengurus koperasi), kita punya lokasi sekolah yang sangat strategis mengapa tidak kita mamfaatkan saja untuk kesejahteraan bersama...!.
Saya mulai tahun 2005 mencanangkan dua program besar :
1. Piknik ke Bali guru-guru dan keluarga
2. Membuat Minimarket dengan kerjasama dengan Alfamart dll.
Program ke satu telah sukses dilaksanakan tgl 22 sd 28 Desember 2008 piknik ke Bali, Bromo dan jogyakarta dengan gratis bagi anggota koperasi. Atas dasar pemikiran yang diatas mungkinkah program yang ke dua bisa terwujud....?. Rasanya seperti sudah dipelupuk mata tinggal ada kesepakatan dan kemauan dari pihak pimpinan juga tidak kalah pentingnya adalah "kepercayaan" dari pihak Guru-guru dan Karyawan yang sebagai anggota koperasi terhadap saya untuk mengelola dan mengembangkan koperasi ini sehinga menjadi besar .
Kepada semua pihak saya mohon tanggapan dan masukan atas ide-ide saya ini.

Terimakasih dan salam
Sesi Usaha Koperasi SMPN 22
Sunyana

Sabtu, 27 November 2010

Diabetes Jangan Ditunggu Bergejala

Kompas.com — Tidak sedikit penderita diabetes melitus yang terkejut ketika dinyatakan mereka mengidap diabetes karena mereka sama sekali tak merasakan adanya gejala. Diabetes berkembang secara bertahap dan tidak selalu memperlihatkan gejala. Sekalipun ada, biasanya hanya beberapa tanda. Ini umumnya terjadi pada diabetes tipe dua.

Dua gejala klasik yang sering dialami penderita diabetes adalah rasa haus dan lapar yang meningkat, serta seringnya hasrat buang air kecil. Ketika kadar gula dalam darah tinggi, ginjal tidak lagi sanggup menyerap kembali semua gula darah yang tersaring itu. Gula yang bersirkulasi itu akan membawa air yang berasal dari jaringan tubuh. Akibatnya, orang tersebut akan merasa kehausan.

Orang yang menderita diabetes juga sering merasa kelaparan. "Ini terjadi karena gula darah tidak bisa masuk ke dalam sel, akibatnya sel-sel akan mengirim sinyal lapar ke otak. Orang yang bersangkutan kekurangan energi dan merasa lemas," papar dr Aris Wibudi, SpPD, KEMD, ahli diabetes dari RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, dalam acara media edukasi "Nutrisi Seimbang untuk Cegah dan Atasi Diabetes" yang diadakan oleh Nutrifood di Jakarta, Selasa (11/5/2010).

Gejala lain dari diabetes yang juga sering muncul adalah turunnya berat badan dengan penyebab yang tidak jelas, rasa kesemutan, gusi merah, bengkak dan sensitif, pandangan jadi kabur, rasa seperti terkena flu, dan sebagainya. Namun, dr Aris mengingatkan bahwa diabetes lebih sering tidak bergejala.

Itu sebabnya kita perlu melakukan pemeriksaan gula darah di awal usia 30 tahun, terutama untuk mereka yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi, yakni memiliki riwayat keluarga menderita diabetes, gemuk, dan berusia di atas 30 tahun.

"Jangan tunggu sampai ada gejala baru periksa karena itu sudah terlambat enam tahun. Apalagi kalau sudah sampai merasa sering kesemutan, Anda sudah terlambat 10 tahun," papar dr Aris.

Kadar gula darah yang tinggi merupakan kondisi yang serius. Namun, jika dikenali secara dini, biasanya komplikasi bisa dihindari. "Intervensi dan perubahan gaya hidup lewat pengaturan pola makan dan akivitas fisik bisa mencegah perburukan penyakit," paparnya. Kalau begitu, jangan tunggu besok. Lakukan pemeriksaan gula darah mulai sekarang

Diabetes Jangan Dtitunggu Bergejala

Kompas.com — Tidak sedikit penderita diabetes melitus yang terkejut ketika dinyatakan mereka mengidap diabetes karena mereka sama sekali tak merasakan adanya gejala. Diabetes berkembang secara bertahap dan tidak selalu memperlihatkan gejala. Sekalipun ada, biasanya hanya beberapa tanda. Ini umumnya terjadi pada diabetes tipe dua.

Dua gejala klasik yang sering dialami penderita diabetes adalah rasa haus dan lapar yang meningkat, serta seringnya hasrat buang air kecil. Ketika kadar gula dalam darah tinggi, ginjal tidak lagi sanggup menyerap kembali semua gula darah yang tersaring itu. Gula yang bersirkulasi itu akan membawa air yang berasal dari jaringan tubuh. Akibatnya, orang tersebut akan merasa kehausan.

Orang yang menderita diabetes juga sering merasa kelaparan. "Ini terjadi karena gula darah tidak bisa masuk ke dalam sel, akibatnya sel-sel akan mengirim sinyal lapar ke otak. Orang yang bersangkutan kekurangan energi dan merasa lemas," papar dr Aris Wibudi, SpPD, KEMD, ahli diabetes dari RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, dalam acara media edukasi "Nutrisi Seimbang untuk Cegah dan Atasi Diabetes" yang diadakan oleh Nutrifood di Jakarta, Selasa (11/5/2010).

Gejala lain dari diabetes yang juga sering muncul adalah turunnya berat badan dengan penyebab yang tidak jelas, rasa kesemutan, gusi merah, bengkak dan sensitif, pandangan jadi kabur, rasa seperti terkena flu, dan sebagainya. Namun, dr Aris mengingatkan bahwa diabetes lebih sering tidak bergejala.

Itu sebabnya kita perlu melakukan pemeriksaan gula darah di awal usia 30 tahun, terutama untuk mereka yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi, yakni memiliki riwayat keluarga menderita diabetes, gemuk, dan berusia di atas 30 tahun.

"Jangan tunggu sampai ada gejala baru periksa karena itu sudah terlambat enam tahun. Apalagi kalau sudah sampai merasa sering kesemutan, Anda sudah terlambat 10 tahun," papar dr Aris.

Kadar gula darah yang tinggi merupakan kondisi yang serius. Namun, jika dikenali secara dini, biasanya komplikasi bisa dihindari. "Intervensi dan perubahan gaya hidup lewat pengaturan pola makan dan akivitas fisik bisa mencegah perburukan penyakit," paparnya. Kalau begitu, jangan tunggu besok. Lakukan pemeriksaan gula darah mulai sekarang.